Langsung ke konten utama

Postingan

Motivasi Menggapai Mimpi

Jalan menggapai mimpi itu tidaklah terjal. Mungkin engkau hanya terlalu lengah. Menggelimangkan waktu-waktumu begitu saja tanpa sebuah karya. Ini kisah, ketika bakat terpendam akan tetap terpendam sebab tak dilatih dan dikembangkan. Padahal itu anugerah lekatan dari Tuhan. Padahal ia emas yang terkubur di hati-hati suci yang terserak pundi-pundi brillian di sela-selanya. Oh sungguh malang bila potensi itu dibiarkan begitu saja dan saja. Ketika rasa malas tetap bertahta seenaknya dan menghambat sesuatu yang seharusnya terjadi. Menjadi yang berguna adalah sebuah pilihan. Jika seseorang tak mampu menuangkan kepedulian melalui uluran tangan atau pun yang serupa itu. Kita masih punya jemari lugu yang siap menyisipkan sebagian pemikiran di huruf-huruf pribadi yang terserak di dada. Dia ada. Menulis bukan pula hal yang mudah. Karena ia bagaikan menanam, ya, menulis adalah menanam benih-benih indah yang kelak akan bisa dipetik hasilnya. Bukan hanya diri sendiri, namun orang lain pun bi...
Postingan terbaru

Sampai Kapan Permasalahan Pendidikan di Indonesia?

Sampai Kapan Permasalahan Pendid ikan di Indonesia? Membahas tentang masalah pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak akan ada habisnya. Seiring berjalannya waktu, selalu muncul berbagai macam persoalan yang berhubungan dengan terpacunya proses pendidikan di negara kita ini. Belum selesai pemerintah memangkas masalah yang satu, masalah yang lain sudah datang menghampiri lagi, terus-menerus menguras penguraian panjang. Salah satunya mengenai kualitas guru. Hal ini menjadi suatu masalah yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan. Baik atau tidaknya kualitas seorang guru akan menentukan kualitas anak didiknya pula. Di masa sekarang ini banyak guru yang kurang terlatih dan kualitas mengajarnya masih perlu dipertanyakan. Seperti realita yang kita lihat sekarang di sekolah menengah dari SD, SMP, SMA, masih banyak guru yang tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi pengajar. Banyak guru yang belum atau tidak memiliki gelar S1 (bukan sarjana) tetapi mereka menjadi pengajar di seko...

Permasalahan Berbahasa Indonesia

Permasalahan Berbahasa Indonesia (Novy Dwy Safika) Berbahasa merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan ini. Bahkan disebutkan bahwa bahasa merupakan jati diri suatu bangsa. Artinya bahasa itu mencerminkan kepribadian para penuturnya. Bahasa yang sering kita anggap remeh adalah bahasa Indonesia, bahasa kebangsaan kita sebagai warga negara Indonesia. Banyak les privat bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea, dan bahasa-bahasa lainnya. Begitu pun dengan rumpun pendidikan yang lain, banyak sekali kita jumpai tempat-tempat kursus yang disediakan untuk mendalami ilmu-ilmu tersebut. Sedangkan bahasa Indonesia? Sangat-sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah ada anak-anak yang mencari ilmu tambahan tentang bahasa Indonesia. Begitu banyak anggapan yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia itu mudah dan gampang, alias tak usah belajar pun kita sudah bisa. Begitulah kenyataan yang selalu kita temui selama ini. Sangat nahas jika dihubungkan dengan kesalahan-kesalahan berbahas...

Pendiam

Pendiam Oleh: Novy Dwy Safika   Tidak pernah kusangka sebelumnya bahwa sekarang aku sudah berstatus menjadi seorang mahasiswa. Apalagi di Universitas Sebelas Maret. Masya Allah benar-benar lejitan impian yang menjadi sebuah kenyataan. Padahal sebelum aku lulus dari Madrasah Aliyah, aku sama sekali tidak terpikirkan untuk masuk di perguruan tinggi yang semegah ini. Alhamdulillah , aku sangat bersyukur kepada Allah, dengan segelintir usaha dan segenap tinta tatihan doaku, Allah telah mengabulkan yang tercarik di hatiku, sebuah alunan angan yang lucu dan yang semula hanya kuanggap sebagai kicauan kelelahan, namun ternyata Allah mewujudkan ketidakmungkinan yang terserak lemah di dada. Imposible is nothing , ada Allah. Namaku Nur Aisha. Seorang remaja muslimah yang berasal dari kota Ponorogo. Aku adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Dari semua saudaraku, hanya aku yang akhirnya bisa merasakan bangku perkuliahan. Paling tinggi kakak-kakakku hanya berpendidikan sampai ...

Aturan Ejaan Bahasa Indonesia: Tanda Titik

Tanda Titik (.) 1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Contoh:  Saya sedang mengerjakan tugas kuliah. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan. 2. Tanda titik   dipakai pada akhir singkatan nama orang. Contoh: W. R. Supratman Aby A. Izzuddin Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan. 3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan. Contoh: Dr. (doktor) S.E. (sarjana ekonomi) 4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.  Contoh: dll. (dan lain-lain) dsb. (dan sebagainya) tgl. (tanggal) hlm. (halaman) 5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Contoh: Pukul 9.40.13 (pukul 9 lewat 40 menit 13 detik) 6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipata...

Aturan Ejaan Bahasa Indonesia: Kata Depan

Kata depan seperti “di”, “ke”, dan “dari” ditulis terpisah dengan kata-kata di belakangnya kecuali untuk kata-kata yang sudah dianggap lazim sebagai satu kata, seperti kepada, daripada dan sebagai imbuhan, seperti ditampar, diminum dan lain-lain. Contoh: Di sini - Benar Disana - Salah Ke pasar - Benar kepasar - Salah Kata depan ditulis dengan huruf kecil jika digunakan sebagai judul. Contoh: Antara Aku Dan Dia. - Salah Antara Aku dan Dia - Benar   Jenis-Jenis Kata Depan Jika dilihat dari fungsinya, kata depan dibagi menjadi beberapa macam. 1. Kata depan penanda tempat keberadaan dan waktu, yaitu: di, pada, dalam, dan antara. Contoh: Satria duduk di tepi pantai. Kuliahku selesai pada jam tujuh malam. Aku bersenandung dalam pelataran mimpi. Antara Ponorogo dan Solo mempunyai kebudayaan yang berbeda. 2. Kata depan penanda arah atau tempat asal, yaitu: dari Contoh: Kakekku baru pulang dari rumah sakit tadi siang. Mahasiswa itu pindahan dari Kepul...